Untuk Kita Yang Tetap Melawan Dunia

Sedari awal kita udah tahu, jika nantinya akan ada masalah seperti ini. Rabu, 7 Februari 2018, jam 10 malam setelah kamu beranjak dari tempat duduk itu, kita bertengkar hebat. Kamu goyah, karena sudah tidak sanggup untuk menutupinya lagi pada orang tuamu tentang hubungan kita. Sebuah komitmen yang benar-benar harus kita jaga menjadi terlalu berat untuk dilanjutkan.

“Mungkin berat tapi ku tahu
Apa yang kita jalani
Sulit mereka pahami
Namun ku Yakin Ada jalan untuk kita”

Kita sepakat bahwa sepenggal lirik Melawan Dunia (RAN ft. Yura Yunita) jadi modal baik hubungan kita dari awal. Aku dan kamu melawan dunia.

Melawan dunia dari mereka yang tidak paham, melawan dunia dari semua gunjingan teman-teman, atau bahkan melawan Tuhan karena kita berbeda. Kita berani banget!

Aku percaya, Tuhan itu penuh kasih. Kamu juga kan?

Hari ini, kamis 8 Februari 2018, bukan ulang tahun kamu, atau anniversary kita. Aku juga nulis ini bukan karena iseng. Tapi ini tentang perihal yang harus disampaikan yang selama ini tidak terurai ketika dua mata kita bertemu.

“Apakah keyakinanmu tidak sebesar dulu, saat kita bertemu? Atau kamu setuju, bahwa perbedaan tidak bisa bersatu? “

Sayang, setelah patah hati untuk sekian kalinya, mungkin kamu adalah jawaban dari ketulusan yang selama ini aku dambakan.

Diriku bukanlah robot yang terus menerus bisa menikmati kesendirian. Dengan dia yang menjadikanku hancur berkeping-keping, rasanya ingin sekali menutup rapat-rapat selamanya. Namun, kehadiranmu bisa merubah segalanya yang terlihat hitam menjadi putih.

Pada awalnya, kamu hanyalah seorang yang sama sekali tidak aku perhatikan. Hingga pada akhirnya kamu benar-benar menjadi yang aku cintai.

Kita Adalah Dua Manusia Biasa Yang Minim Kuasa

“Beb, aku nggak mau kalo mamah/papah tahu tentang hubungan kita”

“Kenapa?”

“Aku nggak mau kehilangan kamu”

“Cepat atau lambat mereka pasti tahu, kita harus yakin, perbedaan juga bisa bersatu!”

Harus diakui, sebuah anugrah sangat luar biasa yang aku dapatkan adalah Indahnya Hidup Jatuh Hati Padamu. 

Setelah sebuah kejadian yang tak disangka, aku jatuh cinta padamu seperti mendapat keberuntungan. Seperti memenangkan hadiah tanpa harus repot-repot mengirim undian. Jika orang lain harus bersusah payah untuk membuatmu jatuh cinta, tidak bagiku.

“Itu simple banget beb, tapi ngena, pas di dasar hatiku”

“Syukurlah, mungkin Tuhan udah ngasih jalannya”, ujarku

Perbedaan itu seperti neraka bagi kita. Seandainya berhak meminta, Tuhan ku ingin, tidak menjadi beda

“Anjir, seriusan lu pacaran sama beda agama?”
“Awas, pindah agama”
“Apa hubungan kalian punya masa depan, jika diteruskan?”
“Udahin aja sekarang, dari pada akhirnya nyakitin!”

Mereka yang melihat kita seringkali lebih suka menghakimi. Hatiku kadang bergetar mendengar pergunjingan semacam ini. Mereka nggak salah sih, kita memang belum punya bayangan serius tentang masa depan. Sama sekali! Jangankan soal rencana menikah, setiap hari kita masih disibukkan perkara “kalo mamah/papah tau gimana beb?”.

Sayangku, di antara kerasnya komentar orang-orang dan bagaimana hebatnya kita berjuang, kadang aku hanya bisa terdiam dalam tenang. Di akhir sujud atau dipenghujung doa yang kupanjatkan kepada-Nya sering kusisipkan percakapanku dengan Tuhan,

“Tuhan, terima kasih sudah memberitahuku bahwa ada satu insan manusia yang benar-benar indah hadir dihadapanku. Terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bersamanya. Tapi, akan lebih baik jika kita dipersatukan selamanya dalam satu ikatan kasih. Bukan-kah Engkau Maha Pengasih dan Penyayang? Juga Maha Berkuasa atas diriku seutuhnya?”

Jika urusan perasaan dan cinta, kita adalah dua manusia biasa yang minim kuasa.

Mau sampai kapan? Kadang bertanya sejauh mana kita sanggup bertahan, kubayangkan betapa indah jika kita bisa saling menggenapkan

Berhasil atau tidak itu perkara seberapa kuat kita bertahan. Toh, mereka yang seiman pun merasakan hal yang sama. Bahwa setiap hubungan akan selalu dihadapkan pada dua kemungkinan; antara berhasil atau nihil.

Bukan semata-mata soal keyakinan kita yang beda, perkara cinta itu sendiri pun masih terlalu abstrak untuk diterima. Cinta bisa menawarkan dua hal yang berlawanan secara bersamaan; memanjakan kita dengan harapan, tapi menyiksa kita dengan kecemasan.

Iya, cinta itu memang berengsek, Sayang!

Sadar diri atas keadaan, tapi harus terus berjuang

Aku cukup tabah duduk berhadapan denganmu. Mengusap rambutmu yang wangi. Menyentuh garis rahangmu yang tegas sambil menatapmu lekat. Aku bisa lihat,

“Ada gurat keraguan di wajahmu. Ada kemungkinan yang hilang di matamu. Ada kegamangan di setiap hembus nafas dan gerak tubuhmu.”

Tapi Sayang, aku yang sekarang masih mencoba tegar dalam perjuangan. Siap jadi pribadi yang tangguh ketika kita harus melanjutkan lembar demi lembar perjalanan. Mungkin, kelak kita akan berpisah, tapi bukan mustahil kita bisa lanjut dan semakin mantap melangkah.

Jujur saja, aku berharap kamulah pasangan yang tertakdirkan. Kita berdua sedang menikmati perjalanan yang tak biasa. Petualangan dalam sebuah lorong gelap; yang ingin menemukan arah dan segera menemukan cahaya.

Film Favoritmu

Rasanya tidak ada kisah cinta yang berjalan sempurna, termasuk kita. Meski terlengkapi lewat kehadiran, aku dan kamu yang saling cinta harus berdamai dengan keadaan bahwa kita yang berbeda. Kenyataan ini membawa kita pada situasi tak ingin banyak bermimpi.

“Karena mereka tak ikut merasakan
indahnya hidup jatuh hati padamu
sekali lagi aku kan menjelaskan
berhenti bukan pilihan bagiku”

“Sama seperti di film favoritmu
semua cara akan ku coba”

Film Favoritmu (Sheila On 7)

Sayangku, kamu nggak usah khawatir, semua cara akan kucoba. Karena mereka tidak ikut apa yang kita rasakan. Berhenti bukan pilihan bagiku!

Seperti telah kukatakan sebelumnya bahwa banyak harapan yang kita pelihara dari hubungan ini. Meski menemukan banyak persamaan, namun kita sadar bahwa perjalanan itu masih panjang. Kita harus pelan-pelan untuk mimpi hidup bersama. Kita juga telah sepakat bahwa perjalanan ini tidak harus egois.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top